TELUK JAMBE

Suara dari pelosok

Archive for February, 2009

Gede, tapi cengeng

Posted by telukjambe on February 2, 2009

       Saya kadang sulit menahan ketawa melihat pola-pola komunikasi publik SBY. Ia gampang marah. Sering kita disuguhi adegan ia marah. Ia membanting bangku di sebuah sekolah. Juga memarahi Bupati dan Kapolri, serta menteri-menterinya. Itu dilakukan di depan wartawan.

       Ia juga kadang menangis. Ia menangis soal korban Lapindo. Juga menangis setelah menonton film Ayat-ayat Cinta. 

       Kala lain, dia cengeng. Kalau merasa diperlakukan secara tidak tepat, dia mengadu dan merengek. Lihatlah ketika Amien Rais bermanuver dengan isu aliran dana DKP.  Tanggapannya adalah sebuah konferensi pers cengeng, di bawah pohon. Isinya keluhan atas tingkah laku Amien terhadap SBY.

       Minggu lalu SBY kembali pasang muka cengeng. Di depan petinggi TNI dia mengeluh soal adanya petinggi TNI yang melakukan kampanye Asal Bukan S soal calon presiden. Bodohnya, keluhan itu disertai catatan kaki: Saya sih sebenarnya tidak percaya isu ini. Komentar saya: Dungu!

      Yang sedang dilakukan SBY dengan berbagai kecengengan itu adalah taktik lama, yang dulu berhasil mendongkrak popularitasnya. Yaitu pasang tampang sebagai korban kezaliman untuk meraih simpati. Cuma kali ini dia serba salah. Mau terang-terangan bicara soal petinggi TNI (yang memang sangat mungkin banyak) yang tidak suka SBY, rada sulit juga. Soalnya kalau ternyata benar dan mengkristal, alih-alih mendapat simpati, pernyataan itu bisa memicu kristalisasi perlawanan, karena SBY dianggap sudah membuka front dengan  membahasnya di depan publik. Makanya dia kasih catatan tambahan, yang membuat pernyataannya jadi sangat dungu.

    Untuk ukuran seorang pensiunan jenderal, badan gede, rada ganteng, sekaligus incumbent, taktik pasang muka sedih SBY ini benar-benar keterlaluan. Badan segitu gede, kok bisa cengeng ya. Apa karena dia memang tidak punya jualan lain, selain soal harga BBM yang dia turunkan itu? 

     Ampun deh………………..

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »