Ketika Aulia Pohan ditetapkan sebagai tersangka aliran dana BI beberapa pengamat menuduh bahwa SBY mengorbankan besannya itu demi memoles citranya menjelang pemilu. Sekilas komentar ini terdengar berlebihan. Seolah tak lagi ada peluang bagi SBY untuk berbuat benar secara tulus.
Tapi belakangan terbukti tuduhan itu tidaklah terlalu keliru. SBY segera menjadikan hal ini sebagai barang dagangan politik melalui iklan “Katakan TIDAK pada Korupsi”. SBY memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Besan dia saja dia seret ke pengadilan, itulah buktinya.
Tapi, benarkah demikian? Benarkah SBY telah dengan tulus membiarkan proses hukum atas Aulia berlangsung tanpa interverensi? Belum tentu juga. Majalah TEMPO melaporkan bahwa berbagai usaha dilakukan untuk sekedar menunda penetapan Pohan sebagai tersangka. Demikian juga, berbagai usaha dilakukan untuk menunda penahanannya.
Yang terlihat secara kasat mata adalah betapa penetapan status tersangka atas Pohan demikian lamban. Seperti dicurigai oleh TEMPO ada kemungkinan KPK menunggu dukungan psikologis dari publik, sehingga pihak-pihak yang hendak melakukan interferensi jadi tidak berkutik.
Itulah seorang SBY. Demi citra, apapun bisa dia lakukan.
Pohan dan para koruptor lain sebenarnya masih bisa senang. Meski berstatus tahanan mereka bukan tahanan biasa. Melainkan tahanan elit. Dia mendapat kamar luas, dengan spring bed dan AC. Di tempat ini pula Artalita pernah di tahan. Di situlah dia mengatur kesaksian Urip. Dan ini memang rumah tahanan elit, khusus untuk koruptor, yang tentu saja semuanya adalah orang-orang besar.
Ape beda koruptor dengan maling ayam? Koruptor seharusnya dihukum lebih berat, tentu saja dengan tempat hukuman setara dengan maling ayam. Karena substansinya sama. Koruptor bukan maling terhormat. Menempatkan koruptor di tempat istimewa sama artinya dengan menghormati mereka. Itulah yang dilakukan pemerintah saat ini.
Wal hasil, kita punya presiden yang munafik, berpura-pura dalam segala hal. Pura-pura memberantas korupsi, tapi pada saat yang sama memperlakukan koruptor secara istimewa.
Katakan TIDAK? Ah, bohong.