TELUK JAMBE

Suara dari pelosok

Archive for November, 2008

Pahlawan Kesiangan

Posted by telukjambe on November 19, 2008

      Acara Editoral di Metro TV tadi pagi menyoroti soal renovasi ruang kerja anggota DPR yang menghbiskan dana Rp 34 milyar. Saya bayangkan berapa banyak gedung sekolah yang bisa diperbaiki dengan dana sebesar itu. Sayangnya, seperti biasa, anggota DPR lebih mementingkan kementerengan. Ya, ini bukan soal kenyamanan. Saya pernah berkunjung ke ruangan salah satu anggota DPR. Ruangannya sangat nyaman dan representatif untuk bekerja. Renovasi, sekali lagi, hanya untuk kepentingan pemuasan nafsu anggota dewan belaka.

     Lucunya, setelah masalah ini jadi sorotan beberapa anggota cari muka dengan menolak renovasi ruangan mereka. Salah satu yang terlihat menolak adalah Ferry Mursyidan Baldan. Seperti diulas di Metro TV, ini cuma cara murahan untuk cari muka. Mereka, para anggota dewan itu sudah mafhum benar bahwa renovasi itu adalah kegiatan proyek. Kalau anggarannya sudah turun, tidak ada lagi langkah mundur. Terlebih ketika proyek sudah mulai berjalan. Jadi, menolak atau tidak, tidak mengubah apa-apa. Uang rakyat Rp 34 milyar sudah terlanjur dihamburkan.

    Kalau mereka memang serius menolak, seharusnya penolakan itu dilakukan pada saat pembahasan anggaran. Bukan pada saat tukang sudah mulai bekerja.

     Cara-cara cari muka murahan ini lebih menyakitkan lagi. Mungkin mereka, para pencari muka itu, mengira rakyat masih bisa dibodohi dengan cara-cara murahan itu. Padahal, hal-hal seperti itu bagi rakyat sudah seperti pertunjukan komedi sirkus. Dan pahlawan kesiangan itu tak lebih dari seekor badut.

Posted in Korupsi Kolusi Nepotisme, Politik | 1 Comment »

Dua Kapolri, Satu Lakon

Posted by telukjambe on November 7, 2008

7 November 2008

        ”New broom sweeps clean”. Seperti hendak melakonkan makna pepatah itu, Kapolri yang baru dilantik, Bambang Hendarso Danuri melakukan gerak cepat untuk unjuk kinerja. Ia mencanangkan program pemberantasan preman. Dimulai dari 5 Polda, aksi pemberantasan preman ini diperintahkan untuk dilakukan di semua Polda. 

       Hal yang sama juga dilakukan pendahulunya. Ketika baru dilantik, Sutanto juga melakukan gebrakan. Waktu itu yang jadi korban labrakannya adalah perjudian. Tak jelas benar bagi saya apakah pilihan Bambang Hendarso untuk memerangi preman saat ini karena program gebrakan pendahulunya itu sudah berhasil membasmi perjudian, atau dia cuma sekedar mencoba tampil beda. Ya, bagi kita memang tak jelas bagaimana pencapaian Sutanto dalam perang anti judinya dulu. Saya khawatir program gebrakan Kapolri baru ini berakhir sama, yaitu tak jelas juga.

Read the rest of this entry »

Posted in Korupsi Kolusi Nepotisme, Politik | Leave a Comment »